Rindu
Aku rindu pada diriku yang tanpa dirimu pun aku baik-baik saja.- Amalia
Berulangkali hati berusaha untuk mengingat betapa rasa sakit
itu memang benar-benar perih adanya, namun... berusaha jadi bodoh itu gampang,
berusaha jadi dungu itu mudah, kau tinggal menjawab tiga, ketika gurumu
bertanya berapa hasil dari satu tambah satu, urusan hati selalu begitu, padahal
nasehat-nasehat dari orang yang telah leibh dulu merasa kecewa sudah
berulangkali hinggap di telinga, tebaca melalui teks kasat mata, dan terlisankan
dari bibir-bibir yang bersumpah pada kebenaran, namun itulah bodoh kiranya, ah
tidak... bodoh adalah ketidaktahuan, tapi hati jelas-jelas sudah
mengetahuinya... namun mengingkari kebenarannya, lantas idiot mungkin pantas
untuk menjabarkan hati-hati yang berusaha untuk memperthankan diri padahal
sudah jelas jawaban akhirnya tidak seperti yang di ingini.
Aku masih disini merutuki diri sendiri ketika ku raih
handphoneku dan betapa sengsaranya aku mengiriminya pesan penuh hasrat yang
kini ku tangisi setiap malam, kata cinta yang begitu menggebu-gebu, dengan
emoticonmalu dan hati yang terlampau dari seharusnya, mungkin benar aku idiot
mengijinkan rindu menguasaiku lagi, mungkin benar aku bodoh...membiarkan hati
lagi-lagi mengalahkan ke rasionalan pikiran, aku benar-benar tak mengerti apa
yang harus ku lakukan kalau di setiap doaku namanya dan wajahnya yang terbayang
begitu saja, Tuhan mungkin cemburu, Tuhan mungkin memberikan cobaanya padaku
saat ini.
Subang, 18 Oktober 2016
Review now

Komentar
Posting Komentar
Read and Review please...